Kehidupan dan Cobaan/Ujian

Mudik kali ini terasa berbeda, saya bisa melihat sudut pandang lain. Saya menyempatkan bertemu dengan beberapa keluarga utama dari ayah dan ibu. Menyempatkan menemui keluarga adik saya. Kurang satu, tidak ketemu adik kecil saya yang memang sepertinya tidak berminat untuk ketemu saya.

Dari pertemuan-pertemuan tersebut, biasanya saya hampir tidak mendapatkan hikmah yang banyak selain dari cerita-cerita mereka. Namun kali ini berbeda. Saya mengingat ujian/cobaan masing-masing terhadap kehidupan mereka.

Ada yang diuji dengan bayang-bayang kesalahan masa lalunya, jauh dari anaknya, dikucilkan saudaranya; ada yang dicoba dengan kemampuan dan kelebihannya, sehingga apapun yang diingikan selalu terpenuhi; ada yang diuji dengan ketidak mampuan ekonomi; ada yang diuji dengan kondisi kesehatannya. Ada yang diuji dengan harus merawat orang tuanya yang sudah tua renta. Ada juga yang harus terus bekerja keras agar anak-anaknya bisa sekolah sampai jenjang yang tinggi. Ada juga yang diuji harus tetap berbakti kepada kedua orang tuanya, sehingga dia tidak bisa bekerja di luar kota.

Ada juga para orang tua-orang tua yang diuji dengan perilaku buruk anak-anaknya; ada yang anaknya bercerai; ada yang diusia tua masih harus membantu anak-anaknya untuk merawat cucu-cucunya; ada yang tidak memiliki anak dan hidup sendiri; ada yang memiliki anak yang sudah berkeluarga namun masih menggantungkan hidup ke orang tuanya dan beraneka ragam lainnya.

Saya mudik memang sengaja “terlambat”, hampir dua minggu setelah lebaran, hampir bertepatan dengan Haul Sunan Prapen. Saya sengaja melakukannya biar orang tua saya tidak kebingungan karena saya membawa istri (baru) setelah pernikahan sebelumnya kandas dikarenakan keegoisan saya.

Mudik sendiri bagi saya tidak berlaku, karena saya sering kali mengunjungi orang tua di beberapa tahun terakhir. Paling lambat dua bulan sekali. Namun mudik kali ini berkesan bagi istri yang orang Jakarta asli. Orang jakarta asli tidak memiliki kampung. ๐Ÿ™‚

Istri juga jadi mengetahui sejauh mana tingkat kemiskinan bapak ibu saya. “Tidak terbayangkan sejauh itu”, katanya. Ya begitulah, tapi alhamdulillah anak-anak mereka sudah bisa mandiri semua, sehingga tinggal anak-anaknya membalas budi orang tua walau tidak akan pernah mencukupi.

ุงูŽู„ู„ู‘ู‡ูู…ู‘ูŽ ุงุบู’ููุฑู’ู„ููŠู’ ูˆูŽู„ููˆูŽุงู„ูุฏูŽูŠู‘ูŽ ูˆูŽุงุฑู’ุญูŽู…ู’ู‡ูู…ูŽุงูƒูŽู…ูŽุงุฑูŽุจู‘ูŽูŠูŽุงู†ููŠู’ ุตูŽุบููŠู’ุฑูŽุง

Advertisements

GPD Pocket with openSUSE Tumbleweed

I’ve been curious and interested with GPD Pocket since last year, when first time it announced (https://www.indiegogo.com/projects/gpd-pocket-7-0-umpc-laptop-ubuntu-or-win-10-os#/).

I bought this tiny machine 3 weeks ago on aliexpress. Shipping take only a day, but custom clearance takes almost two weeks.

First impression about this laptop was cute and good built quality.

Tiny

Continue reading “GPD Pocket with openSUSE Tumbleweed”

Umroh

Belasan tahun lalu, saya tidak yakin akan bisa datang ke Haramain dan selalu kagum ke orang-orang yang bisa berhaji atau umrah di usia muda.

Semenjak kehidupan saya lebih baik, orang tua saya memaksa agar saya daftar haji. Namun saya masih menolak dengan banyak dalih (terutama terkait carut marutnya pengurusan haji). Saya juga melihat mereka seperti merindukan Makkah dan Madinah (walaupun belum pernah ke sana) dikarenakan tiap hari yang ditonton adalah TV Kabel yang menyiarkan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi secara langsung. Tiap pulang ke Gresik, yang terpikir adalah segera memberangkatkan mereka umroh dan alhamdulillah sudah terpenuhi.

Continue reading “Umroh”

LibreOffice Conference Indonesia 2018

The Original Story Behind This Conference

Yes, Sokibi and Rania already write the story about how we starting the conference. It’s true but not complete one. The original one was before I have dinner with Sokibi and Rania. I have lunch with Kukuh and Moko in Soto Betawi Restourant near my house.

Soto Betawi

Continue reading “LibreOffice Conference Indonesia 2018”

Attending GNOME Hackfest 2018

This Hackfest are focused on GNOME Recipes and venues in AMIKOM university in Yogyakarta.ย https://en.m.wikipedia.org/wiki/University_of_Amikom_Yogyakarta

In last year,ย  I know there will be GNOME Hackfest in Yogyakarta and possibly in March. And I thought it wil be at end of March until Nuritzi tell in Endless Ambassador Telegram Group that it will be start from Februaryย 28th until March 2nd. I know this on February 25th.ย So I ask Kukuh Syafaat to go together and help since he also GNOME Foundation Members.

Actually at February 27th, there’sย an outreach event at the local university. But I can’t manage to go because I arrived at Yogyakarta at 17:00 and it already finished. But I have dinner with few GNOME Developer (but no Mattias and Emel) for that day.

Continue reading “Attending GNOME Hackfest 2018”

Radix Royal Edisi Saya

Kali ini saya akan membahas salah satu gitar dari koleksi saya. Gitar ini buatan Indonesia. Nasib baik, saya bisa punya edisi khusus dari merek beken ini.

Radix Guitars adalah merek gitar terkenal di Indonesia. Sudah lama berdiri. Saya sendiri pernah punya yang edisi awal-awal sampai akhirnya pindah tangan ke teman.

Selang beberapa waktu, nasib baik, berkah pertemanan, ย saya dibuatkan oleh mas Toien (pemilik Radix Guitars) gitar sesuai selera. Saya mengambil bentuk dari Radix Royal. Berikut penampakannya:

Radix Guitars - Royal Special
Radix Guitars – Royal Special

Continue reading “Radix Royal Edisi Saya”

Xenyx 302 USB Mixer di BlankOn Tambora

Xenyx 302 USB
Xenyx 302 USB
Xenyx 302 USB

Beberapa hari yang lalu dapat pinjeman perangkat tersebut di atas. Yang minjemin juga ngasih gitar yang keren banget. Gitar nanti akan saya posting di artikel berikutnya.

Mixer mini ini juga nanti rencananya buat mencoba layanan musik Gritjam.com. Mixer ini memiliki antar muka USB, saat mencoba kemarin, pakai macOS dan langsung terdeteksi. Langsung terpikir bahwa ini akan otomatis terdeteksi juga di BlankOn. Dan ternyata benar.

Continue reading “Xenyx 302 USB Mixer di BlankOn Tambora”