Mengubah Margin Dokumen PDF

Standard

Cerita kali ini muncul karena proses mempelajari lagu Undertow dari Marty Friedman. Sudah mendapatkan partiturnya dan bisa dibaca dengan TuxGuitar. Dan berencana dicetak melalui berkas PDF.

TuxGuitar berhasil mengkonfersi berkas partitur tersebut ke PDF. Namun muncul masalah baru saat margin kanan dokumen tersebut sangat mepet dengan tepian kertas.

Untuk menggeser/mengubah marginnya, saya menemukan PDF Master Editor. Tinggal seret … jreng.

PDF Master Editor

PDF Master Editor

Catatan : The Linux-based version is free for non-commercial use.

Membuka Berkas .gpx dengan Tuxguitar

Standard

Tuxguitar adalah aplikasi yang mirip dengan GuitarPro. Tuxguitar bisa membaca berkas-berkas GuitarPro. Namun, jenis berkas GuitarPro yang terbaru (berformat .gpx) tidak bisa langsung terbaca di Tuxguitar. Hal ini membutuhkan plugin tambahan.

Saya menggunakan BlankOn Suroboyo dan mengambil pluginnya dari sourceforge.net/projects/tuxguitar-fork/files/plugins/ dan dipasang di /usr/share/tuxguitar/plugins/.

Jika Anda menggunakan BlankOn Suroboyo, saya sudah memaketkan plugin tersebut dengan nama tuxguitar-gpxplugin. Enak toh gak pakai repot. :D

Banana Pi

Standard
Bagian bawah Banana Pi

Bagian bawah Banana Pi

Bagian atas Banana Pi

Bagian atas Banana Pi

Saat berkunjung ke Beijing pada acara Gnome Asia Summit 2014, kawan lama saya yang berasal dari Taipei membawakan saya sebuah board yang awalnya saya kira Raspberry Pi, namun ternyata dia bilang Banana Pi.

Spesifikasi Banana Pi bisa dilihat di halaman http://www.bananapi.org/p/product.html.

Image sistemnya bisa diambil dari halaman http://www.lemaker.org/index.php?m=content&c=index&a=show&catid=9&id=38. Saya mengambil yang Lubuntu. Proses penulisan image ke SDCard dengan perintah di bawah ini :

sudo dd if=Lubuntu_For_BananaPi_v2_0.img of=/dev/sdc bs=4M

Dan hasilnya :

Lubuntu di Banana Pi

Lubuntu di Banana Pi

Gnome Asia Summit 2014 di Beijing

Standard

Acara Gnome Asia Sumit tahun ini adalah kali pertama saya mengikutinya. Tahun kemarin diadakan di Seoul namun saya tidak bisa ikut karena urusan kerjaan dan duit. Tahun ini diselenggarakan di Bejing dan alhamdulillah bisa ikutan.

Teman Lama dan Teman Baru

Teman Lama dan Teman Baru

Saya mengikutinya dengan cara ikut mendaftar sebagai pembicara. Sebelumnya saya mengisi formulir Call for Paper yang telah disediakan panitia dan topik yang saya bawakan sukses diterima.

Sebagian perjalanan saya dibiayai oleh pihak panitia (Gnome Foundation) dan sebagian lagi oleh BlankOn.

Disponsori oleh Gnome Foundation

Disponsori oleh Gnome Foundation

Untuk melihat detail tentang acaranya, bisa merujuk ke :

Hari terakhirnya ada jalan-jalan bersama ke Great Wall of China. :D

Once Upon a Time in China

Standard

Sengaja judulnya pakai bahasa Inggris walaupun tulisan/isinya berbahasa Indonesia.

Ya, tanggal 23 Mei 2014 adalah hari pertama kali saya menginjakkan kaki di China (saya lebih suka nyebut China dari pada Tiongkok), lebih tepatnya di Beijing. Perjalanan kali ini dalam rangka menghadiri Gnome Asia Summit 2014. Tentang acaranya akan saya tuliskan di artikel berikutnya.

 

Gnome Asia Summit

Gnome Asia Summit

Beijing adalah kota yang megah, keren. Bangunannya terkesan megah/besar. Transportasi publiknya jauh lebih bagus dari Jakarta, walau masih lebih rapi Taipei atau Singapore. Mungkin karena jumlah penduduknya yang sangat banyak.

Di hari terakhir, saya berkesempatan untuk jalan-jalan ke Great Wall. Great Wall ini termasuk salah satu tempat yang saya impikan untuk dikunjungi.

Great Wall

Great Wall

aku dan teman-temanku

aku dan teman-temanku