Menjadi Pengembang BlankOn

Apa itu Pengembang BlankOn?

Pengembang BlankOn adalah manusia-manusia yang aktif berkontribusi dan ingin membangun negeri dengan cara yang berbeda serta keahliah yang berbeda. Mereka terkumpul dalam sebuah kelompok yang bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut menertibkan dunia. Kelompok ini menghasilkan orang-orang yang cerdas, canggih, mandiri serta berbudi pekerti yang luhur. Selain itu menghasilkan efek samping berupa distribusi sistem operasi berbasis Linux dengan cita rasa nusantara. Kegiatan atau proyek tersebut bernama BlankOn.

BlankOn sendiri bisa diterjemahkan topi belangkon, namun kecenderungannya adalah Blank dan On. Di mana artinya dari keadaan ‘mati’ ke ‘nyala/hidup’. Dengan bahasa yang universal “from zero to hero”.

Proyek BlankOn sendiri dimulai sejak Februari 2005.

Kenapa Saya Bergabung dengan BlankOn?

Saat itu, kehidupan saya tidak seperti sekarang. Kondisi masih terlalu awam dan labil. Yang terpikir hanya saya harus belajar hal-hal yang teman-teman saya belum bisa. Seiring waktu, saya mendapatkan banyak pengetahuan dari teman-teman yang lebih senior lainnya.

Saya mengidolakan beberapa teman-teman yang sudah terlebih dahulu berada di Proyek BlankOn. Mereka keren dan baik dalam kehidupan sehari-hari ataupun dalam hal-hal teknis. Namun umumnya, saya ingin seperti mereka. Contoh sederhana, saya ingin seperti pak Mdamt ataupun pak Fajran yang saat itu punya ‘mainan’ banyak. Bapak berdua itu juga tidak pelit dalam hal berbagi ilmu ataupun mainan.

Saya juga bermimpi bisa membawa para Pengembang BlankOn ke tingkat yang lebih tinggi sehingga yang tidak pinter seperti saya, bisa ikut maju dan menjadi orang yang bermanfaat bagi sekelilingnya.

Obsesi tersebut beraneka macam jalannya, salah seorang mantan atasan saya pernah bilang “pengguna linux itu nantinya harus keren, laptop pakai Mac, ndak pakai sandal jepit bulukan, dan kalo perlu punya Ducati”. Ujaran tersebut begitu mengena dan berusaha saya terapkan. Kesemuanya sudah terpenuhi kecuali yang terakhir (tapi punya yang kelas bawah). Hahaha.

Manfaat

Bagi saya, saya sudah menganggap BlankOn ini sebagai keluarga. Bisa juga ini menjadi sekte sendiri. Saya tidak gampang berteman dengan orang, namun dari BlankOn ini saya jadi memiliki banyak teman baik. Banyak teman banyak rezeki.

Selain itu, saya jadi dikenal banyak orang karena aktif sebagai Pengembang BlankOn, efek sampingnya, gampang mencari pekerjaan (dalam beberapa waktu, malah sering kelimpahan banyak pekerjaan).

Di dunia komunitas, rekan-rekan yang lebih berpengalaman mendorong saya dan yang lainnya untuk aktif ke proyek hulu (upstream). Menjadikan saya dan yang lainnya bisa ikut kontribusi dalam tingkatan dunia. Ketemu para pengembang dari berbagai negara, juga bisa berkunjung ke berbagai negara.

Saya tidak akan bisa menjadi seperti sekarang ini tanpa ada teman-teman Pengembang BlankOn.

Ah itu dulu dah yang terpikir setelah semalem mengumumkan pensiun menjadi Pengembang BlankOn. Kalau ada yang ditanyakan, bisa komentar di bawah.

🙂

Advertisements

BlankOn Tambora di Mi Notebook Air 12.5″

Saya iseng mencoba (baca: membeli) Xiaomi Mi Notebook Air 12.5″ (http://xiaomi-mi.com/notebooks/xiaomi-mi-notebook-air-125-silver/). Barang datang, dinyalakan, dan langsung babat pasang BlankOn Tambora (http://cdimage.blankonlinux.or.id/blankon/livedvd-harian/current/).

Impresi awal, laptop ini cukup keren dan bagus, kualitas bikinannya juga rapi serta dengan harga yang tidak terlalu mahal.

Instalasi BlankOn cukup berjalan mulus, semua perangkat dikenali dengan baik. Tidak ada kendala yang berarti. Just Work.

BlankOn Tambora di Mi Notebook Air 12.5"
BlankOn Tambora di Mi Notebook Air 12.5″

Batrenya juga tahan lama. Sementara pemakaian hanya seputar browsing, muter youtube dan nonton filem. 🙂

OpenSUSE Asia Summit 2016

Well, OpenSUSE ASia Summit 2016 is biggest opensource event in Indonesia this year. Last year was GNOME Asia Summit 2015.
This year I promised to Edwin that I will help to find sponsorship. It’s because when GNOME Asia, he also help me. So vice versa.
I travel along with my team mates and GLIB (GNU/Linux Bogor) Community. Most of us are speakers in this event.

DSC03615

I know lot of GNOME Developers or GNOME Foundation Members. But this time, I know more about openSUSE/SUSE Developers and Community Members. I treat some of them Sate Klatak. 😀
I have session at secon day. But at first day, accidently I helping local committee to answer few questions  from audience.
Actually I’m little bit famous in FOSS Community in this country. Hahaha. It’s just because I’m Release Manager of BlankOn Linux since few years ago and I also GNOME Foundation Member. Then in openSUSE, I become Coordinator of Indonesia Translation Team.

DSC03519

You can see how crowd my session from picture below:

Crowd

We also has one day tour. You can see all pictures from flickr: https://www.flickr.com/groups/opensuse-asia-summit-2016/

And about my slide, you can get it from: http://www.slideshare.net/princeofgiri/how-to-contribute-to-foss

Membangun BlankOn Minimal di Cubieboard2

Cerita kali ini diawali oleh ‘diculiknya’ diri saya paska piknik ke Taiwan oleh teman-teman dari LSN. Saya diminta mendampingi teman-teman LSN untuk belajar hacking BlankOn untuk perangkat Cubieboard2.
Dari serangkaian percobaan dan riset, saya tuliskan panduannya sebagai berikut:

  1. Unduh kernel dari https://github.com/blankon/linux/tree/cubie2-cubiescreen. Kompilasi (dengan Cross Compiler) dan hasilkan uImage.
  2. Unduh https://github.com/princeofgiri/blankon-cubieboard2-image/tree/debootstrap.
  3. Letakkan uImage yang dihasilkan tadi ke dalam direktori blankon-cubieboard2-image (hasil langkah kedua).
  4. Persiapkan devrootfs dengan cara debootstrap. Lakukan:
  5. sudo qemu-debootstrap --arch armhf tambora devrootfs http://arsip.blankonlinux.or.id/blankon /usr/share/debootstrap/scripts/tamborahttp://arsip.blankonlinux.or.id/blankon /usr/share/debootstrap/scripts/tambora
  6. Jalankan ./build.sh untuk membuat berkas cubieboard2-blankon.img
  7. Tulis ke SDCARD dengan cara:
    dd if=cubieboard2-blankon.img of=/dev/SDCARD bs=1M

    Sesuaikan /dev/SDCARD dengan perangkat Anda, misal /dev/mmcblk0 atau /dev/sdb. Umumnya /dev/sda adalah disk sistem Anda. Jadi akan sangat menderita jika sampai salah.

  8. Pasang di perangkat Cubieboard2, dan nyalakan

Catatan: Image di atas hanya tampil di lcd screen si Cubieboard2. Untuk mengaktifkan HDMI, silahkan sesuaikan di berkas .fex.

Journey to The West (GNOME Asia Summit 2016) – Delhi, India

This is third time GNOME Asia Summit that I attended. My contribution in this summit as Asia Committee. I help everything that I can, such as:

  1. getting sponsor
  2. designing web (Asep, Piko and Kukuh also help on this)
  3.  designing posters (Kukuh and Aris also help on this)
  4. coordinating with other Asia Committee, GNOME Board and Local Committee
  5. hand carry FANS Shoes (sponsor) from Jakarta to Delhi

I was excited actually when this year summit happen in India, it’s because Indonesia has similar culture with India and it’s common that Indonesia people watch Bollywood movie (my father still love Bollywood movie, but me, only Shakhrukh Khan and some others).

Personally, I also dreamed to visiting few historical place. I’ve been on Great Wall of China when attended GNOME Asia Summit 2016 in Beijing. And this year, we have Taj Mahal.

Continue reading “Journey to The West (GNOME Asia Summit 2016) – Delhi, India”

GNOME Asia Summit 2015 – Indonesia

Saya kali ini akan menulisnya dari sudut pandang pribadi, karena ini blog pribadi. 🙂

Latar belakang

Tahun lalu, saat mengikuti GNOME Asia Summit 2014 di Beijing, Pak Utian (yang sedari dulu) berkeinginan untuk membawa GNOME Asia Summit ke Indonesia. Saya berusaha membantunya sebisa mungkin dengan ngobrol-ngobrol bareng teman-teman GNOME dan GNOME Board. Pak Utian sendiri waktu itu dapat jatah Lightning Talk untuk memaparkan idenya.

IMG_8925

Pak Utian di GNOME Asia Summit 2014 – Beijing

Continue reading “GNOME Asia Summit 2015 – Indonesia”

Menampilkan Grub di BlankOn 9

“Gampang, tekan tombol Shift.”

Tapi itu bukan hal yang mau saya tulis di sini. Alasan menulis adalah akibat beberapa/banyak pengguna yang protes karena Grub/menu memilih boot tidak ditampilkan.

Saat BlanKopdar, para pengembang sudah sepakat dan sengaja tidak menampilkan Grub saat BlankOn dinyalakan. Alasannya adalah sebagai berikut :

  1. Menampilkan Grub saat komputer nyala itu tidak indah, tidak cakep. Coba bayangin pas nyalain komputer terus ribet harus tampil menu, perlu milih dulu. Gak enak, walaupun bisa milih otomatis saat dibiarkan beberapa detik, tapi ini gak bagus. OS lain juga tidak begitu.
  2. Yang membutuhkan tampilan Grub di awal biasanya pengguna dual OS/dual boot. Golongan ini sudah bisa dikategorikan canggih. Artinya sudah bisa melakukan sedikit konfigurasi untuk menampilkan Grub secara mandiri. Tidak perlu protes sana sini.
  3. Coba dibalik, instal BlankOn terlebih dahulu, setelah itu instal Windows misalnya, apakah bakalan nongol Grubnya? trus protes ke Microsoft gitu?

Sekian