Pi Zero sebagai Tukang Periksa (Bot)

Bojongbot - Pi Zero

Saya memasang beberapa cctv berbeda merek, baik yang berjenis ip cam maupun yang analog dengan dvr. Kesemuanya terhubung ke 1 server shinobi video yang pernah saya tulis di artikel sebelumnya. Nah, beberapa perabotan itu tentunya memiliki IP, dan ada beberapa yang suka ngambek, gak hidup. Di-ping juga gak respon. Agak susah kalau tidak mengetahuinya. Kapan hari ada insiden panci presto meledak, namun cctv di area dapur pas heng. Jadi tidak ketahuan prosesnya.

Setelah kemarin ngoprek-ngoprek ARM (lagi setelah sekian lama), saya jadi inget punya beberapa perabotan arm yang tidak kepakai, salah satunya pi zero. Ya sudah itu aja dimanfaatkan jadi mesin bot. Tugasnya cuma kirim ping ke beberapa perangkat yang ada di daftar, jika gak ngasih balikan, ngirim pesan ke telegram via bot telegram.

Kodenya ada di https://github.com/princeofgiri/bojongbot.

Bot beraksi

Continue reading “Pi Zero sebagai Tukang Periksa (Bot)”

Menggunakan Rootstock

Akibat kena kompor oleh beberapa teman-teman Pengembang BlankOn akan masa depan gadget dan prosesor ARM, mau tidak mau saya perlu belajar walaupun hanya secuil.

Hal pertama yang saya temukan adalah mencoba memasang ubuntu di perangkat Android. Walaupun sebatas chroot. Tapi itu sudah cukup untuk pemula seperti saya.

Awalnya saya mencoba beberapa rootfs yang tersedia di internet, namun karena merasa kurang pas akhirnya saya berfikir lebih baik meracik sendiri. Tentunya dengan sebuah aplikasi dan aplikasi tersebut bernama rootstock.

Untuk membuat racikannya cukup mudah, berikut langkahnya :

$ sudo rootstock --fqdn ubuntu --login ubuntu --password ubuntu 
--imagesize 2G --seed openssh-server, build-essential --dist natty

Yang perlu diperhatikan adalah bagian –seed. Bagian tersebut yang meracik paket-paket apa saja yang akan disertakan. Saya mengambil contoh sederhana dan minim adalah dengan memasang openssh-server dan build-essential. Setelah perintah tersebut dijalankan, si rootstock akan mengunduh beberapa paket-paket yang terkait untuk dijadikan sebuah berkas rootfs.

Setelah proses meracik oleh rootstock selesai, nanti akan ada berkas seperti armel-rootfs-201109292253.tgz. Itulah berkas rootfs yang akan digunakan.

Langkah selanjutnya adalah dengan membuat berkas image. Berkas image ini nantinya akan dijalankan melalui emulator QEMU. Berikut cara membuat berkasnya :

$ dd if=/dev/zero of=ubuntu-arm.img bs=1MB count=0 seek=2048

Nanti akan menghasilkan berkas ubuntu-arm.img yang berukuran 2GB. Kalau ingin menjadi 1 GB, berkasi seek=2048 diganti menjadi seek=1024.

Langkah selanjutnya adalah dengan memformat berkas image tersebut. Berikut langkahnya :

$sudo mkfs.ext3 -F ubuntu-arm.img

Setelah diformat, berkas image tersebut perlu dimuat ke sebuah folder untuk diisikan berkas rootfs hasil racikan rootstock. Berikut langkahnya :

$sudo mount -o loop ubuntu-arm.img /mnt
$sudo tar -C /mnt -zxf armel-rootfs-201109292253.tgz
$sudo umount /mnt

Langkah berikutnya adalah menjalankan QEMU untuk menguji apakah berkas image tadi bisa digunakan apa tidak. Sebelumnya kita perlu mengunduh kernel qemu di http://ports.ubuntu.com/ubuntu-ports/dists/lucid/main/installer-armel/current/images/versatile/netboot/vmlinuz.

$wget -c http://ports.ubuntu.com/ubuntu-ports/dists/lucid/main/
installer-armel/current/images/versatile/netboot/vmlinuz

Setelah kernel QEMU selesai diunduh, tinggal menjalankan QEMU dengna opsi yang sesuai dengan kebutuhan.

$qemu-system-arm -M versatilepb -cpu cortex-a8 -kernel ./vmlinuz 
-hda ubuntu-arm.img -m 256 -append 
"root=/dev/sda mem=256M devtmpfs.mount=0 rw"
Ubuntu ARM - QEMU
Ubuntu ARM - QEMU

~ Happy Hacking ~