Building U-Boot for Banana Pi M2+

Since few days ago I was struggling with u-boot on banana pi m2+. That arm device has limited information. Even on their forum (forum.banana-pi.org). They has lot of information but not clearly understandable by beginner. Also many people complain it.

I was googling every document that contain any information about it. Then trying one by one until finally found this step.

First, you need to clone mainline u-boot’s repository.

git clone git://git.denx.de/u-boot.git --depth 1

You need to find useable config to build u-boot.  You need to creat file configs/Sinovoip_BPI_M2_plus_defconfig with content from http://pastebin.com/A1n1ecmt. And this one will fail. Then I ask in Armbian Forum and got answer (https://github.com/igorpecovnik/lib/blob/master/patch/u-boot/u-boot-default/add-missing-h3-boards.patch#L46-L62). You need to use this line below on your config file:

CONFIG_DEFAULT_DEVICE_TREE="sun8i-h3-orangepi-pc"

From this, you can build the u-boot and write on sdcard with this command as example:

dd if=u-boot-sunxi-with-spl.bin of=/dev/mmcblk0 bs=1024 seek=8

You can test it and see what’s happen from USB Serial connected to your banana pi.

Advertisements

Dari Debian Jessie ke Proxmox VE 4

Ceritanya kali ini saya ikut-ikutan nulis kayak pak Utian – Catut biar ketularan keren.

Dengan berbagai pertimbangan dan keadaan, kadang saya memasang sebuah server (desktop) dengan debian minimalis, setelah itu dilanjutkan ke stage berikutnya (misal ke blankon atau proxmox). Nah berhubung yang proxmox ini belum pernah coba, jadi penasaran.

Saya mengikuti panduan di https://pve.proxmox.com/wiki/Install_Proxmox_VE_on_Debian_Jessie. Hal-hal yang perlu dicatat adalah :

  • Pastikan install minimal, saya sendiri memasang dari netinstall dan hanya memasang ssh server;
  • Setelah instalasi, pastikan set IP manual;
  • Pastikan penulisan hostsnya benar sesuai panduan di atas, contoh di tempat saya adalah sebagai berikut :

127.0.0.1 localhost.localdomain localhost
192.168.1.220 e440.vm.kodekreatif.co.id e440 pvelocalhost

# The following lines are desirable for IPv6 capable hosts
::1 localhost ip6-localhost ip6-loopback
ff02::1 ip6-allnodes
ff02::2 ip6-allrouters

  • Pakai repositori seperti punya saya. Kenapa begitu? karena saya udah mencoba beberapa kali dengan kombinasi repositori, hasilnya gagal pasang. Berikut contekannya (perhatikan, saya memberi tanda # di jessie-updates) :

deb http://kambing.ui.ac.id/debian/ jessie main contrib non-freedeb http://security.debian.org/ jessie/updates main contrib non-free
#deb http://kambing.ui.ac.id/debian/ jessie-updates main contrib non-free

#proxmox
deb http://download.proxmox.com/debian jessie pve-no-subscription

  • Pasang paket-paketnya dan reboot

Selamat mencoba

Remote SSH ke Guest VirtualBox dengan NAT

Kali ini sebagai catatan/pengingat saja jika terjadi lupa.

Ceritanya saya sedang mainan analitik data, masih belajar sih. Saya membuat sebuah virtual dengan NAT. Kenapa tidak Bridge saja? dikarenakan kondisi saat mencoba sedang berada di hotel yang mengharuskan tiap mesin login ke router. Jadi login via cli akan sangat ribet sekali.

Caranya cukup pakai Port Forwarding yang ada di VirtualBox. Begini tampilan menunya.

Network Setting
Network Setting
Port Forwarding
Port Forwarding

Selamat mencoba.

GNOME Asia Summit 2015 – English

I write this post on personal point of view. I already write similar post in Indonesia Language in here. I’m not only translating, but change little bit of sentence.

Backgrounds

Last year, when I’m attending GNOME Asia Summit 2014 in Beijing, Utian (since two years ago) wanna bring GNOME Asia Summit to Indonesia. I try to help as much as I can to chat with GNOME friends and the GNOME Board. Utian him self has Lightning Talk to explain his idea.

IMG_8925

Utian at GNOME Asia Summit 2014 – Beijing

Continue reading “GNOME Asia Summit 2015 – English”

GNOME Asia Summit 2015 – Indonesia

Saya kali ini akan menulisnya dari sudut pandang pribadi, karena ini blog pribadi. 🙂

Latar belakang

Tahun lalu, saat mengikuti GNOME Asia Summit 2014 di Beijing, Pak Utian (yang sedari dulu) berkeinginan untuk membawa GNOME Asia Summit ke Indonesia. Saya berusaha membantunya sebisa mungkin dengan ngobrol-ngobrol bareng teman-teman GNOME dan GNOME Board. Pak Utian sendiri waktu itu dapat jatah Lightning Talk untuk memaparkan idenya.

IMG_8925

Pak Utian di GNOME Asia Summit 2014 – Beijing

Continue reading “GNOME Asia Summit 2015 – Indonesia”

Mengubah Margin Dokumen PDF

Cerita kali ini muncul karena proses mempelajari lagu Undertow dari Marty Friedman. Sudah mendapatkan partiturnya dan bisa dibaca dengan TuxGuitar. Dan berencana dicetak melalui berkas PDF.

TuxGuitar berhasil mengkonfersi berkas partitur tersebut ke PDF. Namun muncul masalah baru saat margin kanan dokumen tersebut sangat mepet dengan tepian kertas.

Untuk menggeser/mengubah marginnya, saya menemukan PDF Master Editor. Tinggal seret … jreng.

PDF Master Editor
PDF Master Editor

Catatan : The Linux-based version is free for non-commercial use.

Membuka Berkas .gpx dengan Tuxguitar

Tuxguitar adalah aplikasi yang mirip dengan GuitarPro. Tuxguitar bisa membaca berkas-berkas GuitarPro. Namun, jenis berkas GuitarPro yang terbaru (berformat .gpx) tidak bisa langsung terbaca di Tuxguitar. Hal ini membutuhkan plugin tambahan.

Saya menggunakan BlankOn Suroboyo dan mengambil pluginnya dari sourceforge.net/projects/tuxguitar-fork/files/plugins/ dan dipasang di /usr/share/tuxguitar/plugins/.

Jika Anda menggunakan BlankOn Suroboyo, saya sudah memaketkan plugin tersebut dengan nama tuxguitar-gpxplugin. Enak toh gak pakai repot. 😀