Steinberg UR242 Ubuntu 17.10

Bulan ini saya jajan kartu suara baru buat bermain gitar. Sebelumnya nyoba beberapa kartu suara hasil minjem dari beberapa teman. Atas rekomendasi pakar studio rekaman Nada Musika, terpilihlah Steinberg UR242.

Steinberg UR242

Saya colokkan ke USB di MacOS, langsung ketedek. Saya langsung optimis bahwa ini akan berfungsi di linux (kecuali fitur DSP, karena saya belum tau entah ada atau tidak di linux). Dan benar saja, dicolokkan ke Ubuntu 17.10 langsung jreng.

Hasil lsusb, muncul Yamaha, karena memang sekarang milik Yamaha.

 

Pada halaman settings
Advertisements

Radix Royal Edisi Saya

Kali ini saya akan membahas salah satu gitar dari koleksi saya. Gitar ini buatan Indonesia. Nasib baik, saya bisa punya edisi khusus dari merek beken ini.

Radix Guitars adalah merek gitar terkenal di Indonesia. Sudah lama berdiri. Saya sendiri pernah punya yang edisi awal-awal sampai akhirnya pindah tangan ke teman.

Selang beberapa waktu, nasib baik, berkah pertemanan,  saya dibuatkan oleh mas Toien (pemilik Radix Guitars) gitar sesuai selera. Saya mengambil bentuk dari Radix Royal. Berikut penampakannya:

Radix Guitars - Royal Special
Radix Guitars – Royal Special

Continue reading “Radix Royal Edisi Saya”

Xenyx 302 USB Mixer di BlankOn Tambora

Xenyx 302 USB
Xenyx 302 USB
Xenyx 302 USB

Beberapa hari yang lalu dapat pinjeman perangkat tersebut di atas. Yang minjemin juga ngasih gitar yang keren banget. Gitar nanti akan saya posting di artikel berikutnya.

Mixer mini ini juga nanti rencananya buat mencoba layanan musik Gritjam.com. Mixer ini memiliki antar muka USB, saat mencoba kemarin, pakai macOS dan langsung terdeteksi. Langsung terpikir bahwa ini akan otomatis terdeteksi juga di BlankOn. Dan ternyata benar.

Continue reading “Xenyx 302 USB Mixer di BlankOn Tambora”

Menjadi Pengembang BlankOn

Apa itu Pengembang BlankOn?

Pengembang BlankOn adalah manusia-manusia yang aktif berkontribusi dan ingin membangun negeri dengan cara yang berbeda serta keahliah yang berbeda. Mereka terkumpul dalam sebuah kelompok yang bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut menertibkan dunia. Kelompok ini menghasilkan orang-orang yang cerdas, canggih, mandiri serta berbudi pekerti yang luhur. Selain itu menghasilkan efek samping berupa distribusi sistem operasi berbasis Linux dengan cita rasa nusantara. Kegiatan atau proyek tersebut bernama BlankOn.

BlankOn sendiri bisa diterjemahkan topi belangkon, namun kecenderungannya adalah Blank dan On. Di mana artinya dari keadaan ‘mati’ ke ‘nyala/hidup’. Dengan bahasa yang universal “from zero to hero”.

Proyek BlankOn sendiri dimulai sejak Februari 2005.

Kenapa Saya Bergabung dengan BlankOn?

Saat itu, kehidupan saya tidak seperti sekarang. Kondisi masih terlalu awam dan labil. Yang terpikir hanya saya harus belajar hal-hal yang teman-teman saya belum bisa. Seiring waktu, saya mendapatkan banyak pengetahuan dari teman-teman yang lebih senior lainnya.

Saya mengidolakan beberapa teman-teman yang sudah terlebih dahulu berada di Proyek BlankOn. Mereka keren dan baik dalam kehidupan sehari-hari ataupun dalam hal-hal teknis. Namun umumnya, saya ingin seperti mereka. Contoh sederhana, saya ingin seperti pak Mdamt ataupun pak Fajran yang saat itu punya ‘mainan’ banyak. Bapak berdua itu juga tidak pelit dalam hal berbagi ilmu ataupun mainan.

Saya juga bermimpi bisa membawa para Pengembang BlankOn ke tingkat yang lebih tinggi sehingga yang tidak pinter seperti saya, bisa ikut maju dan menjadi orang yang bermanfaat bagi sekelilingnya.

Obsesi tersebut beraneka macam jalannya, salah seorang mantan atasan saya pernah bilang “pengguna linux itu nantinya harus keren, laptop pakai Mac, ndak pakai sandal jepit bulukan, dan kalo perlu punya Ducati”. Ujaran tersebut begitu mengena dan berusaha saya terapkan. Kesemuanya sudah terpenuhi kecuali yang terakhir (tapi punya yang kelas bawah). Hahaha.

Manfaat

Bagi saya, saya sudah menganggap BlankOn ini sebagai keluarga. Bisa juga ini menjadi sekte sendiri. Saya tidak gampang berteman dengan orang, namun dari BlankOn ini saya jadi memiliki banyak teman baik. Banyak teman banyak rezeki.

Selain itu, saya jadi dikenal banyak orang karena aktif sebagai Pengembang BlankOn, efek sampingnya, gampang mencari pekerjaan (dalam beberapa waktu, malah sering kelimpahan banyak pekerjaan).

Di dunia komunitas, rekan-rekan yang lebih berpengalaman mendorong saya dan yang lainnya untuk aktif ke proyek hulu (upstream). Menjadikan saya dan yang lainnya bisa ikut kontribusi dalam tingkatan dunia. Ketemu para pengembang dari berbagai negara, juga bisa berkunjung ke berbagai negara.

Saya tidak akan bisa menjadi seperti sekarang ini tanpa ada teman-teman Pengembang BlankOn.

Ah itu dulu dah yang terpikir setelah semalem mengumumkan pensiun menjadi Pengembang BlankOn. Kalau ada yang ditanyakan, bisa komentar di bawah.

🙂

OpenSUSE Asia Summit 2016

Well, OpenSUSE ASia Summit 2016 is biggest opensource event in Indonesia this year. Last year was GNOME Asia Summit 2015.
This year I promised to Edwin that I will help to find sponsorship. It’s because when GNOME Asia, he also help me. So vice versa.
I travel along with my team mates and GLIB (GNU/Linux Bogor) Community. Most of us are speakers in this event.

DSC03615

I know lot of GNOME Developers or GNOME Foundation Members. But this time, I know more about openSUSE/SUSE Developers and Community Members. I treat some of them Sate Klatak. 😀
I have session at secon day. But at first day, accidently I helping local committee to answer few questions  from audience.
Actually I’m little bit famous in FOSS Community in this country. Hahaha. It’s just because I’m Release Manager of BlankOn Linux since few years ago and I also GNOME Foundation Member. Then in openSUSE, I become Coordinator of Indonesia Translation Team.

DSC03519

You can see how crowd my session from picture below:

Crowd

We also has one day tour. You can see all pictures from flickr: https://www.flickr.com/groups/opensuse-asia-summit-2016/

And about my slide, you can get it from: http://www.slideshare.net/princeofgiri/how-to-contribute-to-foss

Building U-Boot for Banana Pi M2+

Since few days ago I was struggling with u-boot on banana pi m2+. That arm device has limited information. Even on their forum (forum.banana-pi.org). They has lot of information but not clearly understandable by beginner. Also many people complain it.

I was googling every document that contain any information about it. Then trying one by one until finally found this step.

First, you need to clone mainline u-boot’s repository.

git clone git://git.denx.de/u-boot.git --depth 1

You need to find useable config to build u-boot.  You need to creat file configs/Sinovoip_BPI_M2_plus_defconfig with content from http://pastebin.com/A1n1ecmt. And this one will fail. Then I ask in Armbian Forum and got answer (https://github.com/igorpecovnik/lib/blob/master/patch/u-boot/u-boot-default/add-missing-h3-boards.patch#L46-L62). You need to use this line below on your config file:

CONFIG_DEFAULT_DEVICE_TREE="sun8i-h3-orangepi-pc"

From this, you can build the u-boot and write on sdcard with this command as example:

dd if=u-boot-sunxi-with-spl.bin of=/dev/mmcblk0 bs=1024 seek=8

You can test it and see what’s happen from USB Serial connected to your banana pi.

Piknik ke Taiwan 2016

Taiwan adalah negara lain yang pertama kali saya kunjungi. Berawal dari nasib baik bekerja di Yayasan AirPutih dan kenal dengan teman-teman dari negeri Taiwan. Kesemuanya itu berujung saya diajak ‘piknik’ ke sana pada tahun 2009.

Selang 7 tahun (19-23 Agustus 2016), saya diberikan rezeki dan kesempatan untuk jalan-jalan ke sana lagi sambil ndongeng tentang Maleo yang ada di BlankOn Linux. Tapi tujuan utama adalah bertemu teman-teman yang ada di sana.

Piknik kali ini spesial, karena saya begitu menikmati negara ini, banyak jalan-jalan dan makan-makan.

Terima kasih buat Prof Chi atas jemputan dan kartu 4G selama di sana. Terima kasih juga buat Eric Sun dan Franklin Weng atas semuanya. 🙂

Chiang Kai-shek Memorial Hall / 中正紀念堂
Chiang Kai-shek Memorial Hall / 中正紀念堂