Optimus dan Ironhide

Tulisan ini bukan tentang film Transformer, tapi ini tentang kartu grafis nVidia Optimus dan aplikasi pengontrol kartu grafis tersebut.

Seperti di dongeng saya sebelumnya tentang Asus U36SD, laptop jenis tersebut berkategori susah di Linux. Laptop tersebut memiliki kartu grafis sebanyak 2 unit, intel dan nvidia. Fitur ini konon diberi nama hybrid di mana ketika komputer bekerja secara ringan (dalam hal ini render grafis) maka kartu grafis intel yang dipergunakan. Ketika diberi beban pekerjaan yang berat, maka kartu grafis nvidia yang digunakan. Dengan fitur ini diharapkan penggunaan baterai bisa lebih lama.

Proses pemindahan kartu grafis tersebut dilakukan oleh aplikasi penggerak/driver secara otomatis. Namun ini hanya terjadi di Microsoft Windows 7. Tidak di sistem operasi lain, dikarenakan nvidia belum membuatkan penggeraknya untuk sistem operasi lainnya.

Continue reading “Optimus dan Ironhide”

Ubuntu di perangkat Android dengan Chroot

Setelah berkas image yang dibuat melalui tulisan Menggunakan Rootstock sudah bisa digunakan melalui QEMU, saatnya kita mencoba menggunakannya di perangkat Android.

Langkah pertama adalah buat berkas bernama start.sh yang isinya sebagai berikut :

#!/system/bin/sh

mount -o rw,remount -t yaffs2 /dev/block/mtdblock3 /
mkdir /mnt/ubuntu
export mnt=/mnt/ubuntu
export PATH=/usr/bin:/usr/sbin:/bin:$PATH
export TERM=linux
export HOME=/root
export kit=/sdcard
export USER=root
export loopdev=/dev/block/loop99

echo "SETTING UP LOOP DEVICE"
mknod /dev/block/loop99 b 7 99

losetup $loopdev $kit/ubuntu.img
mount -t ext2 $loopdev $mnt
mount -t devpts devpts $mnt/dev/pts
mount -t proc proc $mnt/proc
mount -t sysfs sysfs $mnt/sys

echo " "
echo "Type EXIT to end session"
echo "Make sure you do a proper EXIT for a clean umount!"
echo " "
echo "Please reboot your device when you finished your work."

chroot $mnt /bin/bash

busybox umount -f /mnt/ubuntu/dev/pts /mnt/ubuntu/proc /mnt/ubuntu/sys

Bisa juga dilihat di http://tempel.blankon.in/1715 isi berkas start.sh.

Langkah berikutnya, ganti nama berkas image di tulisan Menggunakan Rootstock dengan ubuntu.img (ini biar sesuai dengan isi berkas start.sh). Setelah itu salin berkas ubuntu.img dan start.sh ke dalam folder root sdcard.

Pastikan di perangkat Android Anda sudah dirooting dan terpasang busybox. Siapkan juga terminal emulator seperti connectbot. Beberapa custom ROM sudah prerooted dan sudah terpasang busybox.

Langkah selanjutnya jalankan connectbot dan login sebagai root/superuser. Lalu jalankan berkas start.sh yang sudah dibuat di atas.

$su
#sh sdcard/start.sh
Androbuntu
Androbuntu

Setelah itu tinggal dipasang aplikasi-aplikasi yang diinginkan sehingga bisa terwujud seperti foto di bawah ini.

Sulap
Sulap

 

 

~ Happy Hacking ~

Menggunakan Rootstock

Akibat kena kompor oleh beberapa teman-teman Pengembang BlankOn akan masa depan gadget dan prosesor ARM, mau tidak mau saya perlu belajar walaupun hanya secuil.

Hal pertama yang saya temukan adalah mencoba memasang ubuntu di perangkat Android. Walaupun sebatas chroot. Tapi itu sudah cukup untuk pemula seperti saya.

Awalnya saya mencoba beberapa rootfs yang tersedia di internet, namun karena merasa kurang pas akhirnya saya berfikir lebih baik meracik sendiri. Tentunya dengan sebuah aplikasi dan aplikasi tersebut bernama rootstock.

Untuk membuat racikannya cukup mudah, berikut langkahnya :

$ sudo rootstock --fqdn ubuntu --login ubuntu --password ubuntu 
--imagesize 2G --seed openssh-server, build-essential --dist natty

Yang perlu diperhatikan adalah bagian –seed. Bagian tersebut yang meracik paket-paket apa saja yang akan disertakan. Saya mengambil contoh sederhana dan minim adalah dengan memasang openssh-server dan build-essential. Setelah perintah tersebut dijalankan, si rootstock akan mengunduh beberapa paket-paket yang terkait untuk dijadikan sebuah berkas rootfs.

Setelah proses meracik oleh rootstock selesai, nanti akan ada berkas seperti armel-rootfs-201109292253.tgz. Itulah berkas rootfs yang akan digunakan.

Langkah selanjutnya adalah dengan membuat berkas image. Berkas image ini nantinya akan dijalankan melalui emulator QEMU. Berikut cara membuat berkasnya :

$ dd if=/dev/zero of=ubuntu-arm.img bs=1MB count=0 seek=2048

Nanti akan menghasilkan berkas ubuntu-arm.img yang berukuran 2GB. Kalau ingin menjadi 1 GB, berkasi seek=2048 diganti menjadi seek=1024.

Langkah selanjutnya adalah dengan memformat berkas image tersebut. Berikut langkahnya :

$sudo mkfs.ext3 -F ubuntu-arm.img

Setelah diformat, berkas image tersebut perlu dimuat ke sebuah folder untuk diisikan berkas rootfs hasil racikan rootstock. Berikut langkahnya :

$sudo mount -o loop ubuntu-arm.img /mnt
$sudo tar -C /mnt -zxf armel-rootfs-201109292253.tgz
$sudo umount /mnt

Langkah berikutnya adalah menjalankan QEMU untuk menguji apakah berkas image tadi bisa digunakan apa tidak. Sebelumnya kita perlu mengunduh kernel qemu di http://ports.ubuntu.com/ubuntu-ports/dists/lucid/main/installer-armel/current/images/versatile/netboot/vmlinuz.

$wget -c http://ports.ubuntu.com/ubuntu-ports/dists/lucid/main/
installer-armel/current/images/versatile/netboot/vmlinuz

Setelah kernel QEMU selesai diunduh, tinggal menjalankan QEMU dengna opsi yang sesuai dengan kebutuhan.

$qemu-system-arm -M versatilepb -cpu cortex-a8 -kernel ./vmlinuz 
-hda ubuntu-arm.img -m 256 -append 
"root=/dev/sda mem=256M devtmpfs.mount=0 rw"
Ubuntu ARM - QEMU
Ubuntu ARM - QEMU

~ Happy Hacking ~