TV Tuner Gadmei UTV330+ di Ombilin

Gadmei UTV330+
Gadmei UTV330+

Sudah lama TV tunner ini berada di tas ransel saya tanpa kejelasan bagaimana menggunakannya di mesin ber-OS Linux. Dulu sempat ngoprek dengan Ubuntu Hardy, namun proses ngopreknya tidak manusiawi banget, sehingga ketika instalasi ulang, atau update yang berhubungan dengan kernel, saya harus ngoprek lagi. Cukup merepotkan.

Kemarin malam, entah bagaimana awalnya, saya mengambil TV tunner tersebut dan mencolokkan di laptop ber-OS BlankOn untuk sekedar iseng dan mencobanya. Dan terdeteksi.

Rasa senang dan penasaran berlanjut. Saya langsung memasang aplikasi bernama tvtime dan melakukan scanning channel melalui terminal. Berikut perintah lengkapnya :

$ tvtime-scanner -d /dev/video1

Di laptop, device input video secara default akan mengarah ke /dev/video0, dimana /dev/video0 dipergunakan oleh webcam (di laptop saya iSight). Jadi untuk menjalankan tvtime, harus ditambah dengan opsi -d /dev/video1 (/dev/video1 adalah device tvtunner saya). Berikut perintah lengkapnya :

$ tvtime -d /dev/video1

Anda bisa menggunakan tombol angka untuk berpindah-pindah channel. Selamat mencoba bagi yang punya TV tunner.

Album Perdana Seuramoe Reggae

Kemarin malam, tepatnya tanggal 05 Juni 2010, saya diundang untuk menghadiri peluncuran album perdana Seuramoe Reggae. Sebuah grup band lokal, berbahasa Aceh dan Indonesia dengan gaya musik Reggae.

Awal perkenalan dengan grup band tersebut disaat saya membantu kawan, dimana kawan itu direktur dari Perfume House yang menjadi produser rekaman Seuramoe Reggae. Sempat beberapa kali diajak bincang-bincang dan diskusi. Jadilah akrab dengan mereka.

Acara peluncurannya sendiri diadakan di B&W Caffe Banda Aceh secara sederhana tapi dekat dengan para pendengar. Tidak terlalu mewah juga tidak murahan. Dikemas baik dan menarik. Hanya saja hujan deras disertai angin kencang menjadikan sedikit kendala.

Sebetulnya, alasan saya mau menghadiri acara itu dikarenakan saya ingin melihat kemampuan para pemainnya dan bagaimana olah panggungnya secara live. Dan pas acara itu, saya duduk dalam deretan para pemainnya.

Opini saya tentang performa band ini adalah sangat baik. Dengan penataan sound serta efek yang tidak terlalu ramai dan ribet, seperti efek gitar yang cukup mengandalkan back sound saja (tidak seperti saya yang harus menggunakan serangkaian efek memusingkan), drum, perkusi, bass serta saksofon yang cukup jernih.

Kemampuan bermainnya juga jernih, sehingga nada-nada yang dimainkan terdengar rinci dan kental dengan suasana Reggae-nya. Bagaimana permainan pentatonis nada yang kental seperti blues namun di jalur Reggae, juga perkusi yang menarik telinga.

Namun ada sedikit kekecewaan dari saya yang notabene gitaris gagal, saya mengharapkan ada banyak solo gitar dengan lick-lick blues di sepanjang lagu-lagu mereka. 🙂

Tapi kekecewaan itu tertebus dengan permainan saksofone yang ciamik.

Oh iya, kaset aslinya dijual antara 10.000 – 15.000 di pasaran. Tergantung yang jual. 🙂