Bisnis Open Source Software

Dua minggu lalu, saya diajak kopdar dengan beberapa pemilik UKM di Banda Aceh. Rencana awal sih untuk membahas kemungkinan kerja sama sesama UKM yang kami buat. Biar bisa lebih meningkat dan bersinar.
Dari sisi saya pribadi, Opotumon saya shutdown dikarenakan saya kekurangan waktu untuk mengurusnya, dan diganti jadi Zudo yang bergerak di bidang Internet Learning Center bekerja sama dengan beberapa pihak. Awalnya saya memang bisa memaksakan untuk menggunakan aplikasi yang terbuka, namun karena kita bekerja sama dengan beberapa pihak, dimana mereka belum semuanya mengenal open source software, saya masih memperbolehkan mereka untuk pake yang ‘pirated one’.
Di sela-sela perbincangan, kawan-kawan menanyakan apa-apa saja sih yang menarik atau bisa menjadi manfaat dengan berbisnis melalui jalur open source software.

Saya coba menjelaskan beberapa point-point yang saya ngerti dari dua sudut pandang produsen dan konsumen.

Produsen :

  1. Produsen dapat menggunakan aplikasi-aplikasi open source untuk dipelajari dan dikembangkan lagi. Sehingga pihak produsen tidak perlu membuatnya dari awal.
  2. Karena kita membuatnya dengan filosofi open, orang lain atau komunitas lain bisa memeriksanya, sehingga bisa membantu kita jika ditemukan kesalahan-kesalahan/bug. Sehingga bisa mengurangi kemungkinan-kemungkinan kesalahan yang terjadi.
  3. Kalau diliat dari sudut pandang agama Islam (bukan saya belagu ngajarin agama Islam, tapi karena kebetulan orang-orang yang aku ajak omong dari komunitas pemuda Islam), tidak boleh menjual produk yang didalamnya memiliki kecacatan. Dengan menggunakan konsep open, produsen bisa mempersilahkan konsumennya untuk memeriksa.
  4. Secara tidak langsung bisa mendapatkan kepercayaan produk dari konsumen.
  5. Produsen juga bisa belajar menghargai karya orang lain dengan tidak membajaknya. Kalau produsen suka membajak karya orang lain, produknya juga pantas untuk dibajak.

Konsumen :

  1. Konsumen bisa mengetahui ‘jerohan’ aplikasi yang dia dapatkan (beli).
  2. Konsumen juga bisa mempelajari aplikasi yang dia dapatkan dengan dibantu pihak lain, sehingga tidak terikat/tergantung dengan satu pihak saja.
  3. Konsumen juga tidak merasa dibohongi, karena aplikasi tersebut open yang bisa diliat ‘jerohan’nya.

Begitulah yang saya sampaikan kepada kawan-kawan di acara kopdar tersebut dengan disertai beberapa contoh-contoh.

Saya juga mengharapkan, diskusi lanjutan dari kawan-kawan semua, sehingga saya bisa meneruskan lagi di lain kesempatan.🙂

5 thoughts on “Bisnis Open Source Software

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s