Menuju ICOS 2009 Bag. 2

Hari kedua, 24 September 2009, tidak ada hal-hal teknis yang dibicarakan karena saya dan Pak Zulfikar serta Jeff dan Scott dari OneVillage Foundation hanya diajak keiling ke beberapa tempat.

Pukul 10.00    Berkunjung ke Perpustakaan Daerah di Hsinchu. Perpustakaan ini memiliki beberapa tempat/lantai yang bisa digunakan untuk berbagai kalangan. Perpustakaan ini untuk semua umur, namun untuk umur 12 ke bawah, ada tempat-tempat tertentu yang tidak boleh dikunjungi/dimasuki. Perpustakaan ini milik pemerintah daerah dan dikelola oleh para volunteer dari sebuah komunitas. Dan tahun ini mereka sedang membuat perpustakaan untuk anak mulai umur 0 – 3 tahun, sementara ini mereka memiliki perpustakaan untuk anak mulai umur 3 tahun.

Continue reading “Menuju ICOS 2009 Bag. 2”

Menuju ICOS 2009 Bag. 1

Kali ini saya akan mendongeng tentang perjalanan menuju Taipei – Taiwan untuk menghadiri acara ICOSS 2009 dan mencoba ikutan nimbrung miniDebConf walaupun saya bukan developer Debian.

Petualangan dimulai pada tanggal 22 September 2009 pukul 20.00 WIB saya berangkat dari Banda Aceh menuju Medan. Perjalanan yang panjang dan membosankan karena saya tiba di Bandara Polonia pada pukul 07.00 WIB di tanggal 23 September 2009.

23 September 2009 pukul 10.00 WIB Medan – Kuala Lumpur dengan menggunakan pesawat Malaysian Airlines. Pesawat sebetulnya berangkat pukul 09.20 WIB, namun molor. 🙂

Pukul 11.30 (GMT+8) Tiba di Kuala Lumpur dan ‘pusing-pusing’ pergi mencari konter China Airlines untuk memastikan tiket dan beli makanan. Karena Kuala Lumpur Airport besar, saya sempat kebingungan arah. Maklum wong ndeso. 🙂

Di sini saya juga masih sempat-sempatnya menemukan hal menarik, Blue Screen of Death. Hehehe.

Continue reading “Menuju ICOS 2009 Bag. 1”

Efek Gitar Murah Meriah

Sabtu, 12 September 2009 saya secara iseng-iseng googling untuk mencari efek gitar yang murah meriah. Setelah baca membaca sekitar 1 jam, saya berhasil menemukan Danelectro FAB Distortion yang harga resminya di Indonesia berkisar Rp 250.000,-.

Karena sudah kepingin merasakan efek tersebut, saya pergi keliling kota Banda Aceh untuk mencarinya. Asumsi saya adalah Banda Aceh ibukota propinsi. Harusnya hal semacam itu udah ada.

Dugaan saya memang tidak salah, yang salah adalah harganya. Efek tersebut memiliki harga Rp 575.000,-. Namun setelah proses tawar-menawar yang cukup lama, saya berhasil mendapatkan harga Rp 350.000,-. Sekedar informasi kepada rekan-rekan semua, harga alat musik di Banda Aceh memang sangat mahal. Bisa 2 sampai 3 kali dari harga sebenarnya. Saya sempat membandingkan sebuah gitar yang saya beli dari Jakarta dengan harga Rp 1.350.000,- termasuk ongkos kirim, di Banda Aceh harganya Rp 2.900.000,-. Mantab.

Danelectro FAB Distortion
Danelectro FAB Distortion

Efek ini dalam paketnya tidak menyertakan adaptor. Adaptornya dijual terpisah. Namun Anda bisa menggunakan baterai 9 volt.

Tanpa pikir panjang, langsung colok dilaptop dan direkam dengan Audacity untuk demo suaranya.

Test Suara dengan Audacity
Test Suara dengan Audacity

Contoh suara (ambil dari youtube) :

Untuk suara yang lebih enak didengar, mungkin bisa dikombinasikan dengan equalizer.

Karena awalnya adalah mencari efek dengan minimum budget, otomatis saya tidak ada equalizer, hanya bermodalkan laptop, dan speaker altec lansing dengan dukungan software CreoxC untuk ngambil efek Echo dan Phaser.

Namun saya masih belum bisa menggunakan CreoxC bersamaan dengan aplikasi suara lainnya, karena sound servernya menggunakan Jack bukan Pulse Audio.

Kalau ada kawan-kawan yang bisa solving problem tentang ini atau info lainnya, tolong kasih info ke saya ya. 🙂

Buat Akun Youtube

Sekitar akhir tahun 2001, ada teman yang ngajak gabung saya di group bandnya. Band kroco sih, tapi untuk belajar saja. Kebetulan saat itu saya tidak banyak punya teman di kota Malang, jadi saya terima aja.

Alhasil sempat ikutan manggung maenken lagu Mr. Big. Cuman saat itu karena saya masih monotone pake style Yngwie Malmsteen dan kawan saya cenderung ke Paul Gilbert, jadinya gak bertahan lama itu group band. 😀

Tahun 2002 kawan tersebut pergi merantau ke Malaysia, jadi sampai saat ini, hanya sekali saya ketemu dengan dia.

Entah bagaimana ceritanya, tadi malam sempat chatting dan bahas tentang musik sambil dia pamerin Ibanez JEM-nya yang baru. Mana punya uang saya beli gituan. Cukup Explorer Custom aja deh saya.

Dia kepingin denger permainan gitar saya, sedangkan saya sendiri hanya sekali merekam permainan gitar dan tidak pernah mempublikasikannya. Alhasil demi persahabatan, uploadlah itu rekaman ke youtube.

Mohon maaf karena bukan file video, hanya slide up yang saya pasang suara, karena saya belum PD untuk mendemokan permainan gitar saya. ^_^

Dan tidak lupa, itu buat musiknya dengan BlankOn yang dipasang kernel-rt, jokosher, audacity dan ditambah kartu suara USB merek Creative.