Kota Langsa

SANY0032

11 hari sudah saya beserta istri dan anak berada di Kota Langsa. Kota kecil dengan kehidupan malam yang cukup ramai dan ramah terhadap orang luar.
Tidak banyak yang bisa aku tuliskan berkenaan dengan Kota Langsa kecuali makanan yang ‘taste’nya seperti ‘taste’ jawa, kota yang ramai, dan murah. Banyak harga-harga barang yang murah, bahkan jauh lebih murah dari Banda Aceh.
Mungkin karena saya tidak pernah melihat barang murah sejak di Banda Aceh, alhasil jadinya beli-beli barang seperti di bawah ini. 😀

IMG0076A

IMG0078A

Belom lagi belanjaan yang langsung terpakai seperti pakaiannya si kecil.

Kemiskinan dan IT

Sekitar tiga bulan yang lalu, saya masih belum percaya jikalau penduduk di wilayah Nanggroe Aceh Darussalam masih ada yang miskin. Tetangga-tetangga ku di Banda Aceh, yang rumahnya paling jelekpun, masih punya 4 sepeda motor dan beberapa kerbau. Belom lagi emas seperti yang mereka sering ceritakan. Tapi Ternyata gambaran seperti itu salah. Salah total ketika saya sempat berkunjung ke Aceh Tengah.

Ketika disana, saya bisa tahu sendiri keadaan-keadaan kemiskinan di Aceh Tengah. Baik melalui cerita bergambar seorang pegawai PNS yang kebetulan kawan, juga melalui acara jalan-jalan bersama. Disana juga, saya sempat menemukan kawan yang adiknya tidak makan lebih dari satu hari. Sungguh aku belum pernah menemukannya.

Continue reading “Kemiskinan dan IT”