TuxGuitar

Januari tahun lalu, saya masih setengah-setengah untuk migrasi ke Linux. Salah satu yang menyebabkannya adalah hobi bermain gitar.

Ada software bernama GuitarPro yang bisa membantu kita untuk membaca notasi, mengarang lagu, tracking ataupun proses minus one untuk latihan sendiri.

Saya mencoba mencari yang sepadan di Linux ketika itu, namun kesulitan. Akhir-akhir ini, software bernama TuxGuitar hampir bisa menggantikan GuitarPro. TuxGuitar dan GuitarPro ini layaknya OpenOffice.org versus MS Office. Yang satu bebas, yang satunya terkekang.

Memang sih, TuxGuitar belum bisa mengalahkan GuitarPro, tapi itu hanya satu hal saja. Toh hampir semua fitur di GuitarPro ada di TuxGuitar. Adapun yang membedakan adalah output GuitarPro bisa menghasilkan sound yang 95% mirip gitar aslinya hasil manipulasi output midi ke wav. Sedangkan TuxGuitar masih belum bisa seperti itu.

Diluar semuanya itu, saya sudah enjoy menikmati TuxGuitar untuk mengenang Love of My Life ala Nuno Bettencourt, Altitude-nya Jason Becker, Principessa-nya Steve Vai dan masih banyak lagi.

So, Keep Rockin Man and Be Linuxer.

TuxGuitar

TuxGuitar

GuitarPro

GuitarPro

One thought on “TuxGuitar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s