CD OpenSolaris

Sekitar akhir November 2008, saya ikutan request CD OpenSolaris gratis ke Sun Microsystem. Siapa tahu terkirim beneran, soalnya sudah 2 x ini saya tidak dapat kiriman dari request Ubuntu.

Sebetulnya gak berharap dikirim sih, wong saya ada bandwith untuk download. Tapi unuk Sun ini, pikiran saya lain. Kalau dapat berarti ya beruntung. hehehe.

Senin tanggal 19 Januari 2009 pukul 09.00 WIB pintu diketok oleh seseorang, ternyata Pak Pos. “Ada kiriman dari Amerika, Pak” kata Pak Pos. Saya disuruh bayar 5.000 untuk sebuah amplop yang ternyata dari Sun Microsystem.

Continue reading “CD OpenSolaris”

BlankOn in The Land of God

Takengon

Jum’at, 16 Januari 2009 tepatnya pukul 18.00 WIB saya sampai di Takengon – Aceh Tengah. Kesan pertama dalam perjalanan adalah suasananya terasa di Malang – Jawa Timur. Jadi serasa nostalgia.

Sehabis mandi dan bersih-bersih, saya bersama Eka, Ketua Ubuntu SubLoCo Aceh pergi jalan-jalan untuk mencari makan. Suasanya saya rasakan jauh dari Banda Aceh, serasa di daerah lain.

Continue reading “BlankOn in The Land of God”

Kursus BlankOn Gratis

Ditengah kejenuhan dan rasa bosan mikirin kerjaan, saya jadi kangen dengan mengajar tentang komputer. Kebetulan ada sarana dan prasarana di sini yang dengan bebas bisa saya pakai.

Biasanya, Minggu malam keadaan warnet tidak seberapa ramai, jadi bisa dimungkinkan untuk mengadakan kelas desktop BlankOn untuk beberapa pelajar SMU yang saya anggap kurang mampu disini secara ekonomi (disini kurang mampunya berbeda dengan disono).

Alhamdulillah sudah mulai berjalan dan menyentuh materi OpenOffice.org dengan siswa pasti 4 anak, itupun cewek semua.

Sebetulnya banyak yang mau ikut, tapi kebanyakan dari keluarga yang mampu dan hanya ingin karena gratisannya. Kebisaan masyarakat Indonesia. 🙂

Kursus BlankOn
Kursus BlankOn

TuxGuitar

Januari tahun lalu, saya masih setengah-setengah untuk migrasi ke Linux. Salah satu yang menyebabkannya adalah hobi bermain gitar.

Ada software bernama GuitarPro yang bisa membantu kita untuk membaca notasi, mengarang lagu, tracking ataupun proses minus one untuk latihan sendiri.

Saya mencoba mencari yang sepadan di Linux ketika itu, namun kesulitan. Akhir-akhir ini, software bernama TuxGuitar hampir bisa menggantikan GuitarPro. TuxGuitar dan GuitarPro ini layaknya OpenOffice.org versus MS Office. Yang satu bebas, yang satunya terkekang.

Memang sih, TuxGuitar belum bisa mengalahkan GuitarPro, tapi itu hanya satu hal saja. Toh hampir semua fitur di GuitarPro ada di TuxGuitar. Adapun yang membedakan adalah output GuitarPro bisa menghasilkan sound yang 95% mirip gitar aslinya hasil manipulasi output midi ke wav. Sedangkan TuxGuitar masih belum bisa seperti itu.

Diluar semuanya itu, saya sudah enjoy menikmati TuxGuitar untuk mengenang Love of My Life ala Nuno Bettencourt, Altitude-nya Jason Becker, Principessa-nya Steve Vai dan masih banyak lagi.

So, Keep Rockin Man and Be Linuxer.

TuxGuitar
TuxGuitar
GuitarPro
GuitarPro