Posted by: ahmadharis | October 26, 2009

Blankon dalam keseharian

Salah satu indikator keberhasilan penerapan FOSS di masyarakat adalah pemanfaatan ICT berbasis FOSS dalam kegiatan sehari-hari. Dimana masyarakat bisa mendapatkan informasi yang mereka butuhkan untuk diterapkan ketika mengalami sebuah problem atau hal-hal yang belum pernah diketahuinya.

Saya akan memberikan contoh sederhana :

Kemarin sore, saya membeli sebuah kubus ajaib aka rubik. Sekedar iseng sih karena tempat rubik itu dijual bersebelahan dengan mainan anak yang saya beli.

Rubik

Rubik

Sampai di rumah, si runa langsung mengacak-acak rubik tersebut, dan saya mencoba menyelesaikan rubik yang kacau tersebut agar rapi kembali. Siyalnya, itu pertama kali saya utak-atik rubik. Alhasil, sampai artikel ini diposting, saya belum bisa menyelesaikannya. :D

Karena merasa kecapekan mikir, tidak ada salahnya saya mencoba mempelajari permainan rubik dari internet. Langsung nyalakan laptop compaq presario m2000 bernyawa linux blankon, buka shiretoko dan masukkan kata ‘bermain rubik’.

Sekitar 3 detik, langsung nongol hasil pencarian dari mbah google. Disitu saya menemukan link http://virkill.com/ yang memuat artikel-artikel bagaimana memulai memainkan rubik.

Trik Bermain Rubik

Trik Bermain Rubik

Artikel tersebut langsung saya salin dan tempelkan ke OpenOffice.org Writer agar bisa dicetak dan dipelajari bersama rekan-rekan ketika suntuk mengerjakan tugas kantor. Hehehe.

Di website tersebut juga tersedia aplikasi tentang permainan rubik yang bisa didownlod bebas dan dipasang di blankon bertubuh compaq tua ini.

Tidak berhenti disitu saja, saya meng-unggah foto-foto rubik dan mainan lainnya dengan memanfaatkan Picasa yang sudah tertanam di blankon. Sehingga foto-foto tersebut bisa dilihat oleh rekan-rekan lainnya.

Picasa di BlankOn

Picasa di BlankOn

Jadi… Selamat bersenang-senang deh dengan blankon Anda. ^_^

Posted by: ahmadharis | October 24, 2009

Bisnis Open Source Software

Dua minggu lalu, saya diajak kopdar dengan beberapa pemilik UKM di Banda Aceh. Rencana awal sih untuk membahas kemungkinan kerja sama sesama UKM yang kami buat. Biar bisa lebih meningkat dan bersinar.
Dari sisi saya pribadi, Opotumon saya shutdown dikarenakan saya kekurangan waktu untuk mengurusnya, dan diganti jadi Zudo yang bergerak di bidang Internet Learning Center bekerja sama dengan beberapa pihak. Awalnya saya memang bisa memaksakan untuk menggunakan aplikasi yang terbuka, namun karena kita bekerja sama dengan beberapa pihak, dimana mereka belum semuanya mengenal open source software, saya masih memperbolehkan mereka untuk pake yang ‘pirated one’.
Di sela-sela perbincangan, kawan-kawan menanyakan apa-apa saja sih yang menarik atau bisa menjadi manfaat dengan berbisnis melalui jalur open source software.

Saya coba menjelaskan beberapa point-point yang saya ngerti dari dua sudut pandang produsen dan konsumen.

Produsen :

  1. Produsen dapat menggunakan aplikasi-aplikasi open source untuk dipelajari dan dikembangkan lagi. Sehingga pihak produsen tidak perlu membuatnya dari awal.
  2. Karena kita membuatnya dengan filosofi open, orang lain atau komunitas lain bisa memeriksanya, sehingga bisa membantu kita jika ditemukan kesalahan-kesalahan/bug. Sehingga bisa mengurangi kemungkinan-kemungkinan kesalahan yang terjadi.
  3. Kalau diliat dari sudut pandang agama Islam (bukan saya belagu ngajarin agama Islam, tapi karena kebetulan orang-orang yang aku ajak omong dari komunitas pemuda Islam), tidak boleh menjual produk yang didalamnya memiliki kecacatan. Dengan menggunakan konsep open, produsen bisa mempersilahkan konsumennya untuk memeriksa.
  4. Secara tidak langsung bisa mendapatkan kepercayaan produk dari konsumen.
  5. Produsen juga bisa belajar menghargai karya orang lain dengan tidak membajaknya. Kalau produsen suka membajak karya orang lain, produknya juga pantas untuk dibajak.

Konsumen :

  1. Konsumen bisa mengetahui ‘jerohan’ aplikasi yang dia dapatkan (beli).
  2. Konsumen juga bisa mempelajari aplikasi yang dia dapatkan dengan dibantu pihak lain, sehingga tidak terikat/tergantung dengan satu pihak saja.
  3. Konsumen juga tidak merasa dibohongi, karena aplikasi tersebut open yang bisa diliat ‘jerohan’nya.

Begitulah yang saya sampaikan kepada kawan-kawan di acara kopdar tersebut dengan disertai beberapa contoh-contoh.

Saya juga mengharapkan, diskusi lanjutan dari kawan-kawan semua, sehingga saya bisa meneruskan lagi di lain kesempatan. :)

Posted by: ahmadharis | October 3, 2009

On ICOS 2009

25 September 2009 adalah hari pertama icos 2009. Pukul 10:00 saya melakukan registrasi dan mereka memberikan pernak-pernik icos 2009.

Setelah melakukan registrasi, langsung menuju lantai dua untuk menuju ruangan yang telah disediakan. Di sana juga ada stand microsoft, stand ubuntu, stand DRBL serta stand EzGo7.

Read More…

Posted by: ahmadharis | September 26, 2009

Menuju ICOS 2009 Bag. 2

Hari kedua, 24 September 2009, tidak ada hal-hal teknis yang dibicarakan karena saya dan Pak Zulfikar serta Jeff dan Scott dari OneVillage Foundation hanya diajak keiling ke beberapa tempat.

Pukul 10.00    Berkunjung ke Perpustakaan Daerah di Hsinchu. Perpustakaan ini memiliki beberapa tempat/lantai yang bisa digunakan untuk berbagai kalangan. Perpustakaan ini untuk semua umur, namun untuk umur 12 ke bawah, ada tempat-tempat tertentu yang tidak boleh dikunjungi/dimasuki. Perpustakaan ini milik pemerintah daerah dan dikelola oleh para volunteer dari sebuah komunitas. Dan tahun ini mereka sedang membuat perpustakaan untuk anak mulai umur 0 – 3 tahun, sementara ini mereka memiliki perpustakaan untuk anak mulai umur 3 tahun.

Read More…

« Newer Posts - Older Posts »

Categories